Malem sobat! Gimana kabarnya hari
ini? Baik baik sajakan? Malam ini Anak Jogja bakal bagi artikel tentang kota
yang Anak Jogja paling cintai. Ya, tentu saja kota Yogyakarta ku yang indah
ini.
Alkisah, Pangeran Mangkubumi, tatkala
masih memimpin perang, dipandang mereka dengan penuh kekaguman. Apalagi,
tatkala Mangkubumi berhasil menghimpun rakyat dari pantai utara untuk melawan
Belanda. Ini bukan pekerjaan yang mudah. Kemampuan beliau menghimpun rakyat,
dipandang para punggawa dan prajurit, bagaikan Sri Rama yang mengerahkan
pasukan kera melawan bala tentara raksasa dari kerajaan Alengka. Oleh karena
itu, Mangkubumi dijuluki seorang ahli perang. Namun, Mangkubumi juga dikenal
sebagai seorang yang gemar bertapa dan bersemedi. Tujuannya, untuk merenungkan
semua peristiwa dan mempertimbangkan tindakan yang tepat sebelum melakukannya. Dikisahkan
selepas bersemedi, wajah Mangkubumi tampak bersinar. Bahkan, dari kedua matanya
seakan–akan amemancarkan cahaya yang menyorot. Siapa pun yang dipandangnya
bagai disentuh hatinya. Tidaklah mengherankan jika punggawa membayangkan bahwa
Mangkubumi adalah jelmaan Dewa Wisnu.
Dalam kisah ramayana, Dewa Wisnu menjelma menjadi Krishna yang berkerajaan di Dwarawati. Ia menjadi penasihat keluarga Pandawa yang memenangkan pertempuran besar, Bharatayudha. Menurut para punggawa, sebelum Dewa Wisnu menjelma menjadi Krishna, terlebih dahulu menjelma menjadi Sri Rama yang berkerajaan di Ayodya. Karena Mangkubumi yang sudah bergelar Sultan Hamengku Buwono I dipandang sebagai jelmaan Dewa Wisnu dalam wujud Sri Rama, maka orang orang menganggap pantaslah jika kerajaannya disebut Ayodya. Demikianlah, maka kerajaan itu disebut Ayodyakarta, yang kemudian disingkat menjadi Yodya. Yang kemudian seiring waktu dan kebiasaan warga setempat maka pengucapan dan penulisanya berubah menjadi Yogyakarta.
Dalam kisah ramayana, Dewa Wisnu menjelma menjadi Krishna yang berkerajaan di Dwarawati. Ia menjadi penasihat keluarga Pandawa yang memenangkan pertempuran besar, Bharatayudha. Menurut para punggawa, sebelum Dewa Wisnu menjelma menjadi Krishna, terlebih dahulu menjelma menjadi Sri Rama yang berkerajaan di Ayodya. Karena Mangkubumi yang sudah bergelar Sultan Hamengku Buwono I dipandang sebagai jelmaan Dewa Wisnu dalam wujud Sri Rama, maka orang orang menganggap pantaslah jika kerajaannya disebut Ayodya. Demikianlah, maka kerajaan itu disebut Ayodyakarta, yang kemudian disingkat menjadi Yodya. Yang kemudian seiring waktu dan kebiasaan warga setempat maka pengucapan dan penulisanya berubah menjadi Yogyakarta.
Gimana sobat? Menarik bukan?
Ternyata nama yogyakartaa yang enak diucapkan itu memiliki sejarah yang
panjang. Nah, terlebih lagi bagi kita yang merupakan warga asli kota
Yogyakarta. Sudah sepatutnya bila kita wajib
tahu tentang sejarah kecil ini.
Sekian dari anak jogja.
EmoticonEmoticon